Minggu, 13 April 2014

Paper Individu Totolan

Penerapan ERP

Pada

Perusahaan





Karya Ilmiah Topik - Topik Lanjutan


Oleh:

Herawati Hardi             1501189791


Kelas: 06 PJM

 

Universitas Bina Nusantara


Jakarta


2014


Abstrak

TUJUAN PENULISAN, Ialah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi serta agar penulis dapat mengetahui manfaat yang dihasilkan dengan diterapkannya sistem ERP pada perusahaan serta mengetahui jenis software yang terdapat pada ERP. Penulis juga dapat mengetahui dan memahami cara untuk memilih software ERP yang tepat untuk perusahaan serta mengetahui tahapan penerapan ERP pada perusahaan.

METODOLOGI PENELITIAN ,Dilakukan dengan 2 cara yaitu studi pustaka dan studi jurnal.  Studi pustaka yaitu dengan  melakukan pengumpulan data dan informasi yang bersifat teoritis dari buku-buku referensi yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam karya ilmiah ini. Sedangkan studi jurnal dilakukan dengan mencari informasi – infirmasi yang berkaitan dengan topik yang dibahas melalui jurnal – jurnal yang ditemukan.

HASIL YANG DICAPAI ,Agar panulis maupun pembaca dapat mengetahui manfaat penerapan ERP pada perusahaan untuk mengintegrasi dan mengotomatisasi kegiatan operasional yang ada dalam perusahaan sehingga dapat lebih mudah dalam mencapai keunggulan kompetitif dengan para pesaingnya.

SIMPULAN , Dari pembahasan mengenai Penerapan ERP pada Perusahaan dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya ERP , maka perusahaan akan mudah mengintegrasikan seluruh kegiatan operasional yang ada di dalam perusahaan dan data yang dihasilkan dapat akurat, tepat waktu , dan terpercaya..

Kata Kunci : ERP, software













BAB 1

PENDAHULUAN



1.1    Latar Belakang
Perkembangan teknologi maupun ekonomi yang semakin cepat dan pesat di suatu negara mengakibatkan persaingan di dunia bisnis semakin ketat dan sulit untuk dihadapi. Kondisi tersebut mengakibatkan sebuah perusahaan harus meningkatkan kualitas dan keunggulan kompetitif agar dapat mengungguli para pesaingnya dan dapat bertahan dalam persaingan di dunia bisnis. Dengan meningkatnya persaingan ini, sektor produksi dan jasa tumbuh semakin pesat. Pada kondisi ini, suatu perusahaan dapat bertahan lebih baik dengan memperbaiki kualitas , menurunkan biaya produksi , meningkatkan daya beli konsumen , meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan dengan menerapkan sebuah teknologi. Perusahaan rela mengeluarkan investasi besar dalam teknologi informasi agar dapat meningkatkan efiktifitas dan efisiensi kinerja karyawan maupun perusahaan.
Salah satu teknologi yang sedang populer saat ini adalah Enterprise Resource Planning (ERP). ERP merupakan sistem yang dapat membantu perusahaan dalam mengintegrasikan dan mengotomatisasi seluruh kegiatan operasional bisnis perusahaan seperti keuangan, penjualan, pembelian , dan produksi agar lebih cepat , ekeftif , dan efisien. Perusahaan – perusahaan besar berlomba – lomba untuk menggunakan teknologi informasi ini untuk mengungguli para pesaingnya. Perusahaan mengetahui bahwa dengan diterapkannya sistem ERP maka perusahaan dapat menghasilkan suatu data yang akurat. ERP merupakan suatu aplikasi yang menggunakan satu database yang dipakai oleh semua divisi yang ada di perusahaan.
ERP dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional bisnis suatu perusahaan dengan meningkatkan keakuratan dan kecepatan data yang dihasilkan oleh semua divisi perusahaan. Data dapat terintegrasi dengan baik sehingga meminimalkan kesalahan data yang dihasilkan. ERP hadir sebagai salah satu solusi yang dapat diandalkan oleh perusahaan saat ini. Dengan diterapkannya sistem ERP, perusahaan dapat mencapai sasaran bersaing yang kuat dengan para pesaingnya. Keuntungan yang didapat dari penggunaan ERP ini antara lain perusahaan dapat mempercepat proses operasional bisnis perusahaan, meminimalkan kesalahan data, mengintegrasikan seluruh data yang dihasilkan serta mengurangi biaya operasional.


1.2    Ruang Lingkup
    Ruang lingkup yang akan dibahas pada topik ini adalah :
    1.    Keuntungan penerapan ERP pada perusahaan
    2.    Macam – macam software ERP
    3.    Pemilihan software ERP yang tepat untuk perusahaan
    4.    Tahapan penerapan ERP


1.3    Tujuan
    1.3.1    Tujuan bagi penulis
    Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar penulis dapat mengetahui manfaat yang dihasilkan dengan diterapkannya sistem ERP pada perusahaan serta mengetahui jenis software yang terdapat pada ERP. Penulis juga dapat mengetahui dan memahami cara untuk memilih software ERP yang tepat untuk perusahaan serta mengetahui mengetahui tahapan penerapan ERP pada perusahaan.

    1.3.2    Tujuan bagi pembaca
    Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini bagi pembaca yaitu agar pembaca dapat mengetahui definisi dari ERP itu sendiri serta mendapat pengetahuan tentang  macam – macam software ERP yang ditawarkan untuk perusahaan serta cara untuk mengetahui software yang tepat untuk perusahaan. Selain itu, pembaca juga dapat mengetahui tahapan penerapan ERP pada perusahaan.

1.4    Manfaat
    Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:
    1. Memberikan informasi mengenai dampak dari penggunaan sistem ERP bagi sebuah organisasi atau perusahaan.
    2.  Memberikan informasi mengenai macam – macam software ERP.
    3. Memberikan penjelasan dalam pemilihan software ERP yang tepat bagi perusahaan.
    4. Memberikan penjabaran mengenai tahapan penerapan ERP


1.5    Metodologi
    Metodologi penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah antara lain sebagai berikut :
    A.    Studi Pustaka
    Metode ini dilakukan dengan pengumpulan data dan informasi yang bersifat teoritis dari buku-buku referensi yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam karya ilmiah ini.

    B.    Studi Jurnal
    Metode ini dilakukan dengan cara mencari informasi – infirmasi yang berkaitan dengan topik yang dibahas melalui jurnal – jurnal yang ditemukan.


1.6    Sistematika Penulisan
    1.6.1    BAB 1 : PENDAHULUAN
    Pada bab ini adalah penjelasan mengenai latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, dan metodologi dalam penulisan karya ilmiah ini, serta sistematika penulisan yang merupakan penjabaran secara garis besar mengenai isi dari karya ilmiah ini.

    1.6.2    BAB 2 : LANDASAN TEORI
    Dalam bab ini dijelaskan mengenai teori dan konsep yang berkaitan dengan topik yang dibahas pada karya ilmiah ini.

    1.6.3    BAB 3 : PEMBAHASAN
    Dalam bab ini dijabarkan penjelasan mengenai manfaat digunakannya ERP pada perusahaan serta macam – macam software ERP , dan cara memilih software yang tepat untuk perusahaan serta tahapan penerapan SAP.

    1.6.4    BAB 4 :  PENUTUP
    Pada bab ini akan dijabarkan mengenai kesimpulan yang diperoleh serta saran yang diharapkan dari topik penulisan karya ilmiah ini.


BAB 2

LANDASAN TEORI



2.1    Sistem
    Suatu sistem sangat penting bagi perusahaan. Lalu apa sebenarnya pengertian dari sistem. Untuk menjelaskan pengertian sistem, berikut ini beberapa teori tentang sistem yang dikemukakan oleh para ahli.
    Satzinger, Jackson, and Burd (2010, p.6),  menyatakan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan dimana berfungsi bersama-sama untuk mencapai beberapa tujuan tertentu.
    Bentlay, Whitten (2010, p.6), menyatakan sebuah sistem merupakan sekelompok komponen-komponen yang saling berkaitan ( interrelated ) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai hasil yang diinginkan.
    Dari beberapa definisi sistem tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem  merupakan seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data, dan elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut.
    Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :
        1.    Komponen(components). Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa:
            •    Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak, dan manusia.
            •    Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O, dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
       
        2.    Batas sistem (boundary)
            Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

        3.    Lingkungan luar sistem (environment)
            Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

        4.    Penghubung  (interface)
            Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung.

        5.    Masukkan (input)
            Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input.

        6.    Keluaran (output)
            Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

        7.    Pengolah (process)
            Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

        8.    Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
            Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.


2.2    Informasi
    Informasi sangat mempengaruhi suatu sistem dalam perusahaan. Jika informasi yang didapat tidak tepat maka sistem akan menjadi tidak berguna dan tidak terpakai. Maka diperlukan mengetahui apa itu informasi dan bagaimana karakteristik informasi.
    Rainer and Turban (2008, p.6) menjelaskan informasi mengacu pada data yang telah terorganisir sedemikian sehingga data-sata tersebut mempunyai maksud atau arti dan nilai kepada penerima.
    Turban (2009, p. 415), informasi adalah data yang telah diatur sedemikian rupa, sehingga memiliki arti dan nilai bagi orang yang menerimanya.
    Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian ( event ) dan kesatuan nyata (fact and entity ) dan digunakan untuk mengambil keputusan, sedangkan sumber dari informasi adalah data, data merupakan fakta atau sesuatu yang terjadi saat tertentu.


2.3    Sistem Informasi
    Dengan sistem informasi, masyarakat jadi lebih mudah untuk memperoleh informasi dengan cepat. Berikut pengertian menurut beberapa ahli.
    Gelinas dan Dull (2008, p.13) menyebutkan sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang secara umum terdiri dari seperangkat alat komponen berbasis komputer yang terintegrasi dan komponen manual untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola data, dan menyediakan informasi kepada pengguna.
    Dari pernyataan kedua pakar diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah pengelolaan informasi yang dikumpulkan, diproses, dan disimpan oleh seperangkat komponen yang akan digunakan oleh pengguna.


2.4    Konsep Dasar Teknologi Informasi
    Teknologi infromasi berhubungan dengan teknologi, terutama perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan telekomunikasi. Berikut pernyataan dari para ahli.
    Dalam bentuk nyata teknologi informasi dapat dicontohkan dengan server, personal computer, router, dan kabel jaringan, sedangkan dengan bentuk tidak nyata teknologi informasi menyediakan sesuatu untuk melakukan pemrosesan, penyimpanan, pengiriman, dan berbagi informasi isi digitasl lainnya, dengan pengertian lainnya bahwa teknologi informasi merupakan alat yang mendukung aktivitas sistem informasi. Ward dan Peppard (2013, p.3).


2.5    Database System
    Sistem database menjadi komponen utama daam kehidupan masyarakat modern saat ini.Secara tidak langsung berbagai aktivitas dan kegiatan berhubungan dengan database.Berikut pernyataan tentang database menurut para ahli.
    Satzinger, Jackson, and Burd (2010, p.488) menyatakan bahwa database merupakan kumpulan data yang disimpan dan terintegrasi yang diatur dan dikendalikan secara terpusat untuk memudahkan pengambilan data oleh perusahaan.
    Connolly dan Begg (2010, p.65) mengatakan bahwa database adalah sekumpulan data beserta deskripsinya yang saling berhubungan secara logis, serta didesain untuk memenuhi kebutuhan informasi perusahaan.
    Kesimpulan dari kedua deskripsi yang tertulis di atas yaitu bahwa database merupakan sebuah sekumpulan data yang disimpan, dan saling terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan sebuah perusahaan, dan dikendalikan secara terpusat agar memenuhi kebutuhan perusahaan dalam kegiatan operasional bisnisnya.


2.6    Aplikasi
    Aplikasi merupakan sebuah perangkat lunak dalam sebuah sistem yang digunakan dalam mengolah data menjadi suatu informasi yang berguna pada sistem yang bersangkutan.
    Shelly, Cashman, dan Vermant (2009, p.57) menyatakan bahwa aplikasi adalah seperangkat instruksi khusus dalam komputer yang dirancang agar dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu.


2.7    Pengertian ERP
    Enterprise Resource Planning adalah sebuah aplikasi bisnis untuk melaksanakan kegiatan operasional bisnis seperti kegiatan pengendalian persediaan, buku besar akutansi , piutang, utang, perencanaa kebutuhan material, manajemen order, dan sumber daya manusia. (Brown, 2009,hal 211).
    ERP singkatan dari 3 elemen kata menurut Dewanto dan Falahah (2007,p2), yaitu Enterprise(p erusahaan/or ganisasi), resource(sumber daya), dan Planning(perencanaan). Tiga kata ini mencerminkan sebuah konsep yang berujung kepada kata kerja, yaitu “planning” yang berarti bahwa ERP menekankan kepada aspek perencanaan.
    Wijaya dan Darudiato (2009, p32) menurut O’Leary mendefinisikan  ERP sebagai berikut ,ERP adalah sistem berbasis komputer yang didesain untuk memproses sebuah transaksi perusahaan dan memfasilitasi perencanaan, produksi dan respon ke konsumen secara terintegrasi d an real time. Beberap a karakteristik tertentu y ang idealnya ada pada sistem ERP, yaitu:
        •    Paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, ap akah itu secara tradisional atau berbasis jarin gan.
        •    Memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
        •    Memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
        •    Menggunakan databaseperusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
        •    Memungkinkan akses data secara real time .
        •    Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan p erencanaan.
        •    Menunjang sistem multi mata uang dan bahasa yang sangat diperlukan oleh perusahaan multinasional.
        •    Memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan tanpa melakukan pemrograman kembali.

    Menurut Brady (2005, p2)  ERP adalah program perangkat lunak berada di ujung tombak teknologi sistem informasi. Program ERP  membantu untuk men gelola proses bisnis perusahaan secara luas, menggunakan database yang umum dan alat manajemen bersama pelaporan. ERP mendukung operasi yang efisien proses bisnis dengan mengintegrasikan kegiatan usaha, termasuk penjualan, pemasaran, akuntansi manufaktur, dan staf.


2.8    Proses Bisnis
    Proses bisnis adalah tindakan yang dilakukan oleh bisnis untuk memperoleh, memproduksi, dan menjual barang dan jasa. Terdapat beberapa kegiatan operasional yang umumnya terdapat di suatu perusahaan, kegiatan tersebut yaitu :
        •    Acquisition , mengacu kepada proses dari membeli barang dan jasa.
        •    Conversion , mengacu kepada proses mengubah sumber daya yang ada menjadi barang dan jasa.
        •    Revenue , mengacu kepada proses menyediakan barang dan jasa kepada customer.
    Dapat disimpulkan bahwa proses bisnis merupakan satu set aktivitas atau tindakan yang mengubah input, lalu menghasilkan output berupa jasa dan barang, dan juga bernilai bagi perusahaan, partner bisnis dan atau konsumen yang berhubungan dengan perusahaan (Jones & Rama, 2006, hal. 18).


2.9    Data
    Menurut O'Brien (2005, p26), data adalah fakta atau observasi mentah yang biasanya mengenai fenomena fisik atau transaksi bisnis.
    Data adalah fakta-fakta dan angka yang biasanya tidak dapat dipergunakan karena volumenya yang besar dan sifatnya yang masih belum diolah (McLeod and Schell (2008, p528).
    Jadi dapat disimpulkan bahwa data terdiri dari faktra – fakta dan angka – angka yang berjumlah besar dimana belum dikelola untuk menghasilkan informasi yang akurat.


2.10    DBMS

    2.10.1 Pengertian DBMS
        DBMS membantu dalam pemeliharaan dan pengolahan kumpulan data dalam jumlah besar, berikut pengertian DBMS.
        DBMS adalah suatu komponen perangkat lunak sistem yang biasanya dibeli dan diinstall secara terpisah komponen perangkat lunak sistem lainnya sebagai contoh: operating system. Satzinger, Jackson, and Burd ( 2010,  p.488).

    2.10.2 Keuntungan DBMS
        Sebagai sebuah perangkat lunak, DBMS memiliki beberapa keuntungan. Connolly and Begg (2010, p.77)  menyebutkan beberapa keuntungan DBMS yaitu mengontrol terhadap pengulangan data, konsistensi data, banyaknya informasi yang diperoleh dari sumber, mampu membagi data, meningkatkan integritas data, meningkatkan keamanan data, meningkatkan standar, memperbaiki pengaksesan data dan tanggapannya, meningkatkan produktifitas, meningkatkan concurrency, memperbaiki layanan backup and recovery.

    2.10.3 Kerugian DBMS
        Adapun beberapa kerugian dari DBMS menurut Connolly dan Begg.
        Connolly and Begg (2010, p.80) menyatakan bahwa kerugian DBMS yaitu kompleks, ukuran data yang besar, biaya menghasilkan DBMS yang baik sangat mahal, tambahan biaya perangkat keras, biaya konversi sistem dari sistem lama ke sistem baru, dampak kegagalan yang besar pada perusahaan jika terjadi keagagalan.


2.11    Konsep dan Arsitektur ERP
    Menurut Wijaya dan Darudiato (2009,p26) ERP terdiri dari kata Enterprise, Resource dan Planning yang merupakan sebuah konsep yang berujung pada kata kerja yaitu planning.
    Integrasi dalam konsep sistem ERP berhubungan dengan interprestasi sebagai berikut:
        •    M enghubungkan antara berbagai aliran proses bisnis
        •    M etode dan teknik berkomunikasi
        •    Keselarasan dan sinkronisasi operasi bisnis
        •    Koordinasi operasi bisnis

    Konsep dasar ERP dapat diterjemahkan sebagai berikut:
        •    ERP terdiri atas p aket software komersial yang menjamin integrasi yang mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, y ang meliputi keuangan, akuntansi, sumber daya manusia, rantai pasok dan informasi konsumen.
        •    Sistem ERP adalah paket sistem informasi yang dapat dikonfigurasi, yang mengintegrasikan informasi dan proses yang berbasis informasi di dalam dan melintas area fungsional dalam sebuah organisasi
        •     ERP merupakan satu basis data, satu aplikasi dan satu kesatuan antarmuka diseluruh perusahaan.


2.12    Area Fungsional ERP

    Menurut Brady (2005,p2) perusahaan yang membuat produk untuk dijual memiliki area fungsion al utama berikut terdiri dari berbagai fungsi bisnis, kegiatan usaha di dalam wilayah fungsional operasi.
        1.    Pemasaran dan Penjualan: area fungsional meliputi fungsi bisnis pemasaran, pemrosesan order penjualan, customer relationship management, dukungan pelanggan, peramalan penjualan dan iklan
        2.    Produksi dan Manajemen Bahan: area fungsional meliputi fungsi  bisnis pembelian, menerima, transportasi, logistik, jadwal produksi, manufaktur dan pemeliharaan tanaman
        3.    Akuntansi dan Keuangan: ini area fungsional termasuk fungsi bisnis dari akuntansi keuangan, alokasi biaya dan kontrol, perencanaan dan penganggaran dan pengelolaan arus kas.
             4.    Sumber Daya Manusia: area fungsional termasuk fungsi bisnis merekrut dan mempekerjakan, pelatihan, penggajian, dan manfaat.


BAB 3

PEMBAHASAN


3.1    Pengertian ERP
    ERP merupakan sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber dayayang ada diperusahaan, informasi dan aktifitas bisnis yang diperlukan untuk proses operasional bisnis yang lengkap. Sistem ERP pada dasarnya menggunakan database dan rancangan perangkat lunak modular.
    ERP / Enterprise Resource Planning merupakan suatu software yang mengintegrasikan dan menghubungkan semua kegiatan operasional perusahaan  dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari bagian penjualan, bagian HRD, bagian produksi atau financial. Syarat yang terpenting dari penerapan sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan dan menghubungkan semua kebutuhan yang ada diperusahaan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua bagian yang ada berbagi informasi dan berkomunikasi untuk kepentingan perusahaan.

    3.1.1    Sejarah Perkembangan ERP
    Dalam sejarah perkembangan ERP tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki keterkaitan dengan perkembangan rekayasa dalam pabrikasi (manufacturing) itu sendiri. Kebutuhan akan informasi dari proses pabrikasi juga semakin banyak yang akan berguna bagi setiap pelaku dari pabrikasi baik pelaksanaan maupun pengambilan keputusan. Perkembangan ERP ini melalui langkah – langkah yang sangat lama dan sulit dengan mengembangkan dari sistem yang telah ada sebelumnya.
        1.    Tahap I : Material Requirement Planning (MRP), merupakan akar mula  dari perkembangan ERP, dengan menawarkan konsep dalam perencanaan kebutuhan material suatu perusahaan.
        2.    Tahap II: Close-Loop MRP, terdiri dari serangkaian fungsi dan tidak hanya terbatas pada ruang lingkup MRP, yang didalamnya terdapat alat bantu untuk menyelesaikan masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah suatu waktu atau diganti secara keseluruhan jika memang diperlukan.
        3.    Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II), merupakan pengembangan dari yang sebelumnya yaitu close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan antara bagian penjualan dan bagian operasional , financial interface dan simulasi analisis dari kebutuhan sistem yang diperlukan perusahaan.
        4.    Tahap IV: Enterprise Resource Planning (ERP), merupakan pengembangan dari MRP II yaitu pengembangan konsep pada beberapa proses bisnis yang ada diantaranya pengintegrasian dalam hal keuangan, rantai pasokan dan meliputi antars fungsi organisasi tersebut dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah , efektif , dan efisien.
        5.    Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP. Ini merupakan yang paling baru .
   
Tahun 1970-an merupakan konsep awal dari lahirnya sistem ERP dengan adanya MRP (Material Requirements Planning), sistem ini meliputi diantaranya kegiatan perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material suatu perusahaan. Tahun 1980-an MRP berkembang lagi menjadi MRP II (Manufacturing Resource Planning), yang memperkenalkan kepada dunia mengenai konsep  penyatuan kebutuhan material (MRP) dan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan untuk proses produksi. Tahun 1990-an perkembangan ERP mulai pesat, dan mulai dikenal oleh seluruh dunia . Awal dari perkembangan ERP dimulai Tahun 1972 dengan dipelopori oleh 5 karyawan IBM di Mannheim Jerman yang menciptakan SAP yang berfungsi untuk menyatukan solusi bisnis sehingga dapat terintegrasi satu sama lain. Pada dasarnya ERP adalah penambahan module keuangan pada MRP II, sehingga lebih memudahkan bagi para pengambil keputusan menentukan keputusan-keputusannya untuk mencapai sasaran organisasi.
       

            

    3.1.2    Infrastruktur ERP
    Infrastruktur  merupakan  hal  utama yang paling penting yang dibutuhkan  dalam  membangun sistem ERP yang mampu membantu kegiatan operasional perusahaan. Untuk itu, dalam menentukan infrastruktur ERP perlu dilihat beberapa hal. Secara umum, infrastruktur ERP terdiri dari :
        a.    People
            Orang – orang yang memiliki keterlibatan dalam pengimplementasian ERP ini harus mempunyai kemampuan dalam mengatasi masalah yang terjadi yang akan timbul dalam masa pengimplementasian sistem ERP.
        b.    Process
            Penerapan sistem ERP harus sesuai dengan proses bisnis perusahaan itu dan seiring dengan visi – misi perusahaan.
        c.    Technology
            Untuk menghasilkan sistem ERP yang baik, maka diperlukan suatu teknologi yang mampu menciptakan     dan mendukung kinerja software ERP tersebut


3.2    Manfaat Penerapan ERP
    Berikut ini adalah beberapa manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya ERP pada perusahaan , yaitu sebagai berikut :
        1.  Dengan sistem yang terintegrasi maka proses pengambilan keputusan akan lebih efektif dan efisien. Pengambilan keputusan dilaksakan oleh top management dimana para top management itu membutuhkan informasi yang akurat dan tepat waktu.
        2.  Dengan menerapkan ERP ada kemungkinan melakukan integrasi secara global. Sehingga perbedaan  –  perbedaan yang terjadi dalam bisnis internasional dapat diintegrasikan.
        3.  ERP menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan koreksi data pada banyak sistem komputer yang terpisah. Dengan diterapkannya ERP , maka penanganan data yang ada diperusahaan dapat terintegrasi satu sama lain dan saling berhubungan.
        4.  ERP memberikan lingkup kerja manajemen tidak hanya untuk memonitor saja tetapi melakukan manajemen operasional juga. Tidak hanya mengawasi kinerja perusahaan tetapi ERP juga mengawasi kegiatan operasional yang ada diperusahaan.
        5.  Supply chain management dapat terbantu sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Rantai pasokan perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang sering dialami ketika belum menggunakan sistem ERP seperti kehabisan stock ataupun lainnya.


3.3    Macam – Macam Software ERP

   
    3.3.1    Oracle


           
  
        Oracle database adalah basis data relasional yang terdiri dari beberapa kumpulan data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS.
        Perusahaan ini merekrut atau mengakuisisi salah satu perusahaan pengembang sistem ERP terkenal di dunia , yaitu PeopleSoft. Sebelumnya PeopleSoft telah mengakuisisi JD Edwards. Akuisisi software ini membuat Oracle mengembangkan sayap dalam bidang software ERP sehingga akan lebih baik lagi.

    3.3.2    SAP




        Menurut Dewanto dan Falahah (2007, p171), SAP adalah software ERP yang saling terintegrasi dan berhubungan sntara satu dengan yang lain dengan berbagai modulnya seperti distribusi penjualan, manajemen material, keuangan dan pengawasan, sumber daya manusia dan masih banyak lagi. Karena keintegrasiannya membuat software ini banyak diminati oleh perusahaan besar yang ada di seluruh dunia dan menjadikan segala sesuatu yang berkaitan dengan software SAP menjadi sangat mahal dan kompleks, mulai dari sertifikat pelatihan, sumber daya dan perangkatnya. SAP ini sangat disarankan untuk perusahaan – perusahaan besar agar dapat mengintergarsikan seluruh data perusahaan dengan baik .
        Pada awal munculnya SAP ini, mereka hanya berfokus pada perusahaan – perusahaan besar. Namun seiring dengan persaingan bisnis yang semakin ketat dan kejam, maka SAP ini mulai merangkul perusahaan kecil sampai menegah untuk dapat berkompetisi di dunia luar. SAP saat ini telah menyediakan paket solusi ERP untuk perusahaan kecil menengah, yaitu SAP Business One dan SAP All-in-One dimana biaya yang dikeluarkan tidak semahal dengan yang dikeluarkan perusahaan besar.
        SAP saat ini adalah penguasa terbesar dalam pasar produk software ERP saat ini. Hasil survey dari beberapa media telah memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta user yang telah menggunakan lisensi produk ERP dari SAP atau kira kira lebih dari 65% telah menggunakan SAP ini.

    3.3.3    Axapta



                                     


        Microsoft Dinamics AXAPTA adalah satu dari software yang bergerak dibidang perencanaan sumber daya yang merupakan milik Microsoft, dan merupakan bagian dari Microsoft dynamics. Microsoft dinamics AXAPTA ini berfokus pada penyediaan pemecahan masalah bisnis kepada user untuk membantu meningkatkan kegiatan operasional bisnis perusahaan di ERP dan mencapai investasi tertentu yang memiliki nilai besar dan menguntungkan. Dinamics AXAPTA adalah ERP terkemuka milik Microsoft yang menawarkan lahan enterprise bagi pelanggannya.


3.4    Enam Langkah Kesuksesan Implementasi ERP
    Menerapkan sistem enterprise resource planning (ERP) untuk membantu menjalankan sebuah bisnis perusahaan adalah hal yang tidak mudah dan murah dan merupakan sebuah proses yang rumit..Sejumlah perencanaan yang matang dalam hal tertentu, disiplin kerja, dan kebijaksanaan diperlukan dalam rangka menyelesaikan pelaksanaan pengimplementasian ERP agar tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan . diperlukan untuk memastikan bahwa sistem perusahaan yang baru dirancang / dibuat telah memenuhi persyaratan dakn kebutuhan bisnis perusahaan untuk menangani masalah tertentu.
    Dalam proses pengimplementasian itu tidak bisa dihindari bahwa akan menemukan kendala atau masalah selama itu. Berikut adalah  enam langkah untuk mencapai kesuksesan dalam membantu mencapai tujuan perusahaan , yaitu :
        Pertama dengan mendefinisikan apa kesuksesan itu sendiri yang terdengar sangat sederhana dalam memikirkannya, tetapi membutuhkan beberapa pekerjaan karena harus dipikirkan secara matang - matang. Secara umum, sebuah paket ERP dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan perusahaan , produktivitas kerja , efisiensi kerja, dan mengelola biayayang dikeluarkan untuk kegiatan operasional perusahaan. Semua ini adalah hasil yang diinginkan oleh semua perusahaan di dunia, tetapi harus ada yang dikerjakan dan dipikirkan untuk menentukan pemecahan masalah yang ada pada suatu sistem yang sedang berjalan di perusahaan untuk mencapai kesuksesan itu sendiri.
        Kedua, dengan menetapkan mana yang lebih penting serta menyelaraskan antara masalah dan tujuan. Perusahaan harus dengan jelas menjabarkan apa masalah dan tujuan digunakannya sistem ERP bagi perusahaan. Sistem yang digunakan harus sesuai dengan proses bisnis yang ada.
        Ketiga, mempersiapkan segala bentuk perubahan yang akan dialami dari proses bisnis yang sedang berjalan dalam perusahaan termasuk mempersiapkan tim yang solid dam memiliki kemampuan , para staf, pelanggan dan pemasok yang berhubungan dengan perusahaan. Dengan diterapkannya sistem ERP maka otomatis proses bisnis yang sedang berjalan akan mengalami perubahan. Untuk itu, perusahaan harus siap untuk menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang akan terjadi dengan diterapkannya sistem ERP.
        Keempat, mendapatkan dukungan dari para top level mamagement untuk menciptakan visi dalam mencapai suatu kesuksesan, memotivasi tim proyek ERP, pengadaan sumber daya yang diperlukan selama proses pengimplementasian, dan membuat keputusan high level berdasarkan rekomendasi tim yang ada.
        Kelima, membuat anggaran biaya yang akan dikeluarkan selama proses pengimplementasian ERP karena dalam proses tersebut akan membuthkan banyak biaya dan sumber daya manusia yang berkemampuan dan mampu bekerja sama sebagai tim yang terlibat dalam pelaksanaan setiap proses yang ada.
        Keenam, sukses itu merupakan hal yang  sederhana dengan melibatkan diri sendiri dan aktif selama proses tersebut dan bertanya lebih banyak kepada senior yang lebih berpengalaman, maka akan memperoleh hasil yang lebih baik dan maksimalserta akan mencapai kesuksesan pengimplementasian ERP. (Sumber: White Paper, judul “6 Steps to ERP Implementation Success”)



3.5    Pemilihan Software ERP yang Tepat untuk Perusahaan
    Untuk dapat memilih software ERP yang tepat untuk suatu perusahaan , maka harus dilakukan analisis terlebih dahulu apakah kebutuhan perusahaan. Dalam memilih software ERP, tidak boleh asal memilih karena harus mempertimbangkan dampak untuk perusahaan kedepannya. Perusahaan harus memikirkan dengan baik dan matang dari segala aspek yang ada diperusahaan karena investasi ERP ini tidaklah murah. Berikut adalah beberapa langkah dalam pemilihan software ERP bagi suatu perusahaan, yaitu sebagai berikut :
       
        1. Knowledge and experience
        Knowledge adalah pengetahuan yang harus dipele=ajari dan dicari tahu tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan agar tidak salah jalan maupun menghambat kegiatan operasional perusahaan sehingga dapat dilakukan dengan seefekltif dan sefisien mungkin. Experience adalah pemahaman terhadap fakta yang ada tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan resiko yang mengakibatkan munculnya permasalahan  dalam pemilihan software tersebut. Knowledge yang tidak didampingi experience menyebabkan orang membuat suatu perencanaan terlihat sempurna di depannya tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan secara tepat karena kurangnya pengalaman dari tim yang ada. Experience yang tidak didampingi dengan knowledge bisa mengakibatkan terjadinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak disertai dengan pemahaman yg cukup mengenai ERP itu sendiri. Keduanya saling berkesinambungan maka dari itu jika salah satunya ada yang terlupakan maka sistem tersebut tidak dapat berjalan dengan maksimal.
       
        2.Methodology
        Ada beberapa kriteria dalam prosespenyeleksian yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP. Proses seleksi yang dilakukan tidak harus selalu kompleks agar efektif. Yang penting terorganisir, terfokus dan mudah. Berikut adalah beberapa kegiatan yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses penyeleksian suatu software ERP agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan , yaitu : analisis terlebih dahulu strategi bisnis perusahaan, analisis sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan apakah dapat mengimplementasikan ERP dengan baik, menganalisi infrastruktur yang dibutuhkan selama pengimplementasian dan infrastruktur apa yang telah ada di perusahaan serta  menganalisa software  ERP yang sesuai dengan perusahaan.
       
        3.Analisis strategi sisnis
        Dalam hal menganalisa strategi bisnis terdapat beberapa hal seperti :
        •    Tingkat persaingan yang ada di lingkup pasar dan harapan pelanggan akan produk yang dihasilkan
        •    Keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan
        •    Strategi dan tujuan bisnis suatu perusahaan
        •    Proses bisnis yang sedang berjalan dan perencanaan perubahan proses bisnis yang ada untuk menggunakan sistem ERP
        •    Prioritas bisnis dan objective perusahaan
        •    Target bisnis yang akan dicapai

        4.Analisis sumber daya manusia yang ada
        Dalam hal menganalisa sumber daya manusia yang ada mencakup beberapa hal, seperti :
        •    Komitmen kelompok manajemen maupun tim kerja dalam pengimplementasian software ERP.
        •    Orang yang terlibat atau turun langsung dalam pengimplementasian ERP harus mampu bekerja sama satu sama lain dan mengisi kekurangan tim nya.
        •    Harapan yang diinginkan serta kebutuhan end user dari pengimplementasian sistem ERP harus didahulukan karena end user merupakan klien yang berharga.
        •    Penghargaan suatu manajemen terhadap kesuksesan implementasi ERP melalui pemberian insentif maupun pengakuan yang resmi dari atasan bahwa orang tersebut merupakan karwayan teladan.
        •    Keterlibatan seorang konsultan dalam pengimplementasian sistem ERP dari awal hingga akhir proyek tersebut dilakukan .

        5.Analisis infrastruktur yang dubutuhkan
        Dalam melakukan anailsis infrastruktur mencakup beberapa hal, seperti :
        •    Kelengkapan infrastruktur yang dimiliki suatu perusahaan (keseluruhan jaringan, sistem kantor yang telah ada , sistem komunikasi dan sistem tambahan)
        •    Ketersediaan biaya  dalam penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengimplementasian sistem ERP.
        •    Kebutuhan infrastruktur baru yang dibutuhkan untuk mengimplementasi sistem ERP

        6. Analisis software
        Dalam melakukan anailsis software yang dibutuhkan dan sesuai dengan bisnis perusahaan mencakup beberapa hal, seperti :
        •    Kesesuaian dan kemudahan yang ditawarkan software ERP terhadap kondisi perusahaan yang ada.
        •    Kekuatan pendukung service dari vendor perusahaan
        •    Menganalis kebutuhan waktu yang dimiliki apakah singkat atau lama. Jangan terlalu lama dalam mengimpplementasikan ERP karena akan menghambat proses bisnis yang sedang berjalan dan mengakibatkan kerugian perusahaan.



3.6          Tahapan Penerapan ERP
       
        1. Persiapan
        Merupakan langkah awal dan pertama dari tahapan penerapan ERP yang akan menentukan keberhasilan dan kesuksesan dalam penerapan ERP tersebut. Untuk itu, perlu mendapat perhatian khusus dan dukungan yang besar dari top level management. Pada tahap ini , dilakukan analisi mengenai proses bisnis yang sedang berjalan serta kebutuhan sistem yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut.
       
        2.Business Blue Print
        Merupakan langkah selanjutnyan dari tahapan persiapan, untuk menerjemahkan  proses bisnis yang telah dianalisis sebelumnya dan memastikan kebutuhan seperti apa yang diharapkan pengguna dengan melakukan perubahan proses bisnis yang sedang berjalan untuk diimplementasikan pada sistem ERP yang sesuai.
       
        3.Realisasi
        Merupakan langkah kelanjutan dari tahapan yang kedua, untuk menentukan tindak lanjut kebutuhan end user yang akan diimplementasikan pada software ERP yang telah ditentukan.

        4. Tahap akhir
        Merupakan langkah kelanjutan dari tahapan realisasi untuk meyakinkan bahwa pengimplementasian berjalan dengan baik dan tidak terdapat masalah ataupun eror pada aplikasi ERP tersebut.

        5.Go Live and Maintenance Support
        Merupakan langkah terakhir dalam tahapan penerapan ERP, untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut berjalan dengan baik. Yang selanjutnya akan dilakukan pengembangan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan dilakukan pemeliharaan terdapat sistem tersebut.



3.7          Modul - Modul  ERP

          Terdapat beberapa modul didalam ERP yang mendukung kinerja perusahaan dalam mencapai sasaran atau tujuan perusahaan. Modul – modul tersebut terdisi dari satu paket yang ditawarkan dalam ERP. Berikut adalah modul – modul ERP :

        1.    Keuangan
        Terdapat beberapa modul dalam keuangan agar dapat diatur dan terintegrasi dengan baik , yang terdiri dari beberapa sub modul seperti :
        •    Akuntansi keuangan (buku besar, utang/piutang, buku besar spesial, akuntansi aset, konsolidasi legal)
        •    Pengawasan (Mengontrol biaya yang berlebihan atau terbuang sia - sia , pembiayaan kegiatan operasional, akuntansi biaya produk, analisi keuntungan yang diperoleh)
        •    Manajemen investasi (perencanaan investasi, anggaran, pengawasan, prediksi kerugian, simulasi and perhitungan atau kalkulasi harta keseluruhan)
        •    Keuangan ( manajemen kas, manajemen keuangan, resiko manajemen pasar, manajemen dana)
        •    Kontrol perusahaan ( Executive Information System, perencanaan bisnis dan anggaran, biaya keuntungan pusat)

        2.    Penjualan dan Distribusi
        Modul ini digunakan untuk mengatur penjualan dan distribusi produk yang telah siap dikirim, yang terdiri dari beberapa submodul seperti :
        •    Manajemen master data
        •    Manajemen order (manajemen order penjualan dan manajemen order pembelian)
        •    Manajemen Warehouse (perencanaan persediaan, penanganan persediaan, laporan persediaan, analisis persediaan, tugas intelijen, pengawasan, distribusi data)
        •    Pengiriman logistik maupun produk
        •    Pembayaran atau tagihan perusahaan
        •    Penentuan harga produk yang dihasilkan  perusahaan
        •    Dukungan penjualan dari berbagai aspek
        •    Transportasi yang digunakan dalam pengiriman maupun pemasaran produk
        •    Perdagangan ke luar negeri (ekspor) atas barang yang diproduksi

        3.    Produksi
        Dukungan sistem ERP pada manajemen proses produksi dilakukan melalui serangkaian modul-modul yaitu :
        •    Perencanaan material dan kapasitas produksi dalam suatu perusahaan
        •    Pengawasan pembelian
        •    Manajemen kualitas untuk mengecek kualitas barang yang dihasilkan
        •    Just in Time / Repetitive Manufacturing
        •    Manajemen biaya
        •    Teknik manajemen data
        •    Teknik pengawasan anggaran yang dikeluarkan
        •    Manajemen konfigurasi
        •    Serialisasi
        •    Peralatan yang digunakan


        4.      Sumber Daya Manusia
        Modul ini berhubungan dengan sumber daya manusia yang dapat saling terintegrasi agar mampu mencapai tujuan pengimplementasian ERP , terdiri dari beberapa sub mobul yaitu :
        •    Manajemen personal ,digunakan untuk mengatur karyawan yang berhubungan dengan software ERP
        •    Manajemen organisasi suatu perusahaan
        •    Akuntansi penggajian, digunakan untuk menggaji semua SDM yang ada diperusahaan agar lebih cepat
        •    Manajemen waktu , digunakan untuk mengatur waktu agar efektif san efisien dalam mencapai target peusahaan
        •    Pengembangan personal, digunakan untuk mengembangkan bakat personal karyawan suatu perusahaan
       
        5.     Pemeliharaan Sarana Produksi
        Modul ini mencakup tentang modul pemeliharaan (maintenance) yang dapat digunakan oleh perusahaan supaya lebih mudah dalam memelihara software ERP , berikut adalah beberapa modulnya , yaitu :
        •    Pengawasan manajemen preventif
        •    Pelacakan peralatan, modul ini digunakan untuk mengetahui kesehatan peralatan yang ada
        •    Palacakan komponen , digunakan untuk mengetahui kinerja komponen – komponen yang ada

        6.     Management Kualitas
        Digunakan untuk mengatur kualitas suatu prosuk yang dihasilkan oleh perusahaan itu. Prosuk yang dihasilkan harus diuji terlebih dahulu dan dilakukan pengawasan supaya produk yang dihasilkan tidak mengecewakan pelanggan. Untuk itu dibutuhkan beberapa modul , seperti :
        •    Perencanaan kualitas , produk yang dihasilkan harus berkualitas baik dan disenangi oleh semua orang. Untuk itu harus direncanakan secara baik dan matang.
        •    Inspeksi kualitas , kualitas yang dihasilkan harus di teliti dan ditelaah secara baik
        •    Kontrol kualitas , setelah produk dihasilkan maka kualias produk itu diuji sebelum dilakukan pengiriman

        7.    Material Management
        Digunakan untuk mengawasi dan mengatur segala material yang dipakai untuk memproduksi produk tersebut termasuk pengaturan persediaan di gudang dan stok barang
        •    Kegiatan setelah pembelian, misalnya mengecek anggaran perusahaan
        •    Pembelian material yang dibutuhkan dalam proses produksi
        •    Evaluasi vendor yang sesuai dan sejalan dengan visi – misi perusahaan
        •    Manajemen persediaan, misalnya mengatur persediaan supaya tidak kosong saat digudang

BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN


4.1    Kesimpulan
    Dengan adanya penulisan karya ilmiah ini diharapkan penulis maupun pembaca mendapatkan gambaran akan pentingnya menggunakan sistem ERP untuk meningkatkan daya saing antar perusahaan. Dengan diterapkannya ERP , maka perusahaan akan mudah mengintegrasikan seluruh kegiatan operasional yang ada di dalam perusahaan dan data yang dihasilkan dapat akurat, tepat waktu , dan terpercaya.
    Selain itu ERP dapat membantu perusahaan dalam mengintegrasikan dan mengotomatisasi seluruh kegiatan operasional bisnis perusahaan seperti keuangan, penjualan, pembelian , dan produksi agar lebih cepat , ekeftif , dan efisien.


4.2    Saran
    Berikut adalah beberapa saran yang dapat dianjurkan agar dapat memilih software ERP yang tepat bagi perusahaan , yaitu :
    •    Analisa terlebih dahulu kebutuhan ERP yang dibutuhkan yang sesuai dengan perusahaan.
    •    Memilih metodologi yang tepat dalam pengimplementasian ERP.
    •    Menganalisa terlebih dahulu strategi bisnis perusahaan . dengan demikian , perusahaan dapat memilih software ERP yang dibutuhkan.
    •    Menyiapkan sumber daya manusia / orang – orang yang mampu atau ahli dalam pengimplementasian ERP.
    •    Menganalisa infrastruktur yang ada serta ketersediaan anggaran perusahaan dan mengetahui infrastuktur yang diperlukan untuk pengimplementasian ERP.
    •    Setelah itu, menganalisa software ERP yang tepat . software ERP terdiri dari Oracle, SAP, Axapta. Pilihlan yang dapat membantu perusahaan dalam mengotomatisasi kegiatan operasional bisnis perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA


Brady, C. (2005,p.2).Success and Failure Factors of Adopting SAP in ERP System Implementation, Business Process Management Journal.

Brown.(2009, p.211).Change by Design: How Design Thinking Transforms Organizations and Inspires Innovation.

Connolly, T.M., Begg, C.E.(2010).Database System: A Practical Approach to Design, Implementation and Management. (5th edition). Addison : Wesley.

Dewanto dan Falahah (2007, p171) ERP (Enterprise Resource Planning) Menyelaraskan Teknologi Informasi Dengan Strategi Bisnis.Informatika Bandung .

Gelinas dan Dull (2008, p.13).Accounting Information Systems (7th edition). Thompson Learning: Canada.

Jones, Fredrick,L., dan Rama. Dsaratha V. (2006).Accounting Information Systems a Business Process Approach South Western College Publishing. Canada.

Mc.Leod (2008). Management Information Systems (9th edition). New Jersey: Pearson Education Inc.

O’Brien (2005,p.26). Management Information Systems.

Rainer, R.K., Turban, E. (2008).Introduction to Information System: Supporting and Transformating Business. (2nd edition). United State of America.

Satzinger, J.W., Jackson, R.B., Burd, S.D. (2010). System Analysis and Design In a Changing World. (5th edition). Boston: Massachutes.

Shelly, Cashman, andVermant (2009, p.57).Computing and Productivity Software Lab Manual Custom Edition

Ward, J., dan Peppard, J. (2013, p.3).Strategic Planning for Information Systems(3rd edition).

Whitten, L.D., Bentley, J.L. (2010) System Analysis and Design Methods. (9th edition).

White Paper. 6 Steps to ERP Implementation Success.
Wijaya dan Darudiato (2009,p26). ERP & Solusi Bisnis. Yogyakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar